Kamis, 22 November 2012

Di toko Rohani Pak Joko

Ku pacu motorku dengan kecepatan sedang mengitari jalan Cokroaminoto Denpasar ,cuaca agak panas walau masih pukul 09.20 pagi.Kepadatan lalulintas bersamaan dengan ramainya aktivitas penghuni Denpasar nampaknya membuatku harus bersabar .Di Gang No 44 ku parkir  si merah ku .

Di balik daun pintu dengan tatapan yang tajam memandangku  ...." Pagi Nak ...mau cari apa ...! " pagi bu !" balas ku  " mau cari salib dengan kalung yang agak besar bu '"." oh ...ada Nak ...ada..ada ...silakan masuk ..sini sini ..." . Wanita tua yang mungkin sebaya dengan ibuku dengan senyum hangat ...ramah ...dan sekejap saya pun teringat akan almarumah ibuku ." Oh...Tuhan ....aku kehilangan sayang yang hangat seperti ini ..!" ucapku dalam hatiku.Satu persatu salib dikeluarkannya ,dengan lensa cembung digunakannya untuk mengecek harganya ." Maaf Nak ...ibu sudah tua ...nggak bisa lagi ingat harga barang semuanya ...pelan pelan nggak apa apa ya Nak ..." sahutnya. " Oh ya bu nggak apa apa bu...santai saja saya masih punya banyak waktu hari ini " Ingatku selama toko yang pernah saya temui mungkin hanya ini yang ter paling ramah .Terasa seperti dilayani ibu sendiri " Nak duduk saja disini ..ibu ambil contoh patung kanak Yesus ya .." " ya bu...".jawabku dengan senyum .Hari hariku tanpa  sentuhan manis seorang mama karna sudah sekian lama hidup diperantuan .

Sejenak kutatap semua patung kudus yang tersusun rapi .satu persatu nama patungnya dijelaskan padaku .
" Tuhanku betapa ku merindukan mamaku ....yang  senantiasa mendekapku ...bercerita ditangga rumah ..." nafas panjangku kutarik hingga enggan kulepaskan .

"oke bu ...saya ngambil kalung salib kayu itu saja ya " " Ya nak ...tunggu ibu bungkus dulu ya " senyum dan aroma kasih sayangnya terasa sangat kental dan pikirku betapa bahagianya para anak anaknya yg memiliki seorang ibu seperti ini.

Sepanjang jalanku hingga di kantor selalu terkenang mamaku ....kulantunkan lagu " Kepadamu  Bunda Perawan anakmu berseru,hendaklah mohon kasihan di hari pestamu  .." . Derai air mataku mengalir dibalik kaca helm motorku ...teringatku padamu mama Mia ku tersayang ......." Mama ....rinduku...sayangku ..kangenku ....padamu ...doakanlah aku yang masih berkelana dibumi ini .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar