Jumat, 23 November 2012

Miskin boleh harta ..tapi cinta mesti selalu on fire

Siapa bilang anak petani ...jelata ...miskin segalanya nggak bisa garisin sendiri jalur  nasibnya.....coba simak saja kisahku ini .
Ayahku seorang petani miskin hanya ngadalin lahan kering yang ditanam jagung pada musim hujan dan hanya panen setahun sekali . Enam bulan berkebun dinah yang luasnya cuma 30 are dilahan bebatuan .Tiap pagi subuh jam 4.30 ibuku sudah terjaga dari tidurnya,dibawanya baskom sambil duduk ditepi pantai menanti para nelayan kembali dari melaut.Menjual ikan dengan keutungan perhari 5 ribu rupiah  atau kadang keuntungannya hanya berupa sisa ikan yang tidak laku.Ada sahabat kecilku yang mungkin dia tidak sadar kalo dia melakukan hal yang sangat menyakiti perasaan saya " Kamu orang miskin ....nggak boleh ikutan nonton tivi disini !" .Maklum ditahun 70 an bahkan tahun 80 an hanya satu atau dua rumah yang memiliki barang mahal ini.Atau disaat saya masih dibangku sekolah menengah pertama masih ada yang nyeletuk " woeee liat liat apa ....!" hemmm rasanya hanya dengan melihat meraka dikiranya saya kepingin akan harta mereka. Untungnya sang ayahku punya teori orang miskin yang saya contek dari dulu " Kalo makan belum benar...jangan pernah pake baju baru ... orang lain juga tahu kalau kita ini orang miskin .....!!

Segala daya upaya untuk bertahan hidup dari mebuat bata merah,pikul batu hutan,nyelam karang laut ,jual buah kelapa atau minyak kelapa dilakoni untuk memperpanjang hidup ini, Jangan pernah merasa terhina dengan nasib hidup..itulah wejang ampuh dari ibuku .

Perlahan kuputuskan untuk merantau karna pikirku nggak mungkin jadi PNS lha wong bapaku petani nggak karuan gitu mana bisa saya nyampe di PNS ...maklumlah era itu kong kali kong ..dengan istilah kalo bapaku polisi ya anakku akan jadi polisi ...atau kursi PNS ku akan diwariskan ke anakku ....Ternyata dunia rantau kutemukan hidup baru...semua pekerjaan kulakoni ..dan untungnya semuanya berkat semangat berjuang ...kataku ..bila ada seorang perantau jika seusai kuliah lalu pulang kampung selamanya maka ku katakan sesungguhnya dia telah gagal di rantau....ya ..itu urusan pikiran ku ya....

Saya sangat bersyukur dengan didikan kedua orang tua yang selalu menerapaka  cinta kasih ...doa... dan persahabatan sejati ..yang membuatku bertahan hidup hingga sekarang.....pesan mamaku...kalo sudah berhasil jangan lupa doa untuk mama ......hemmmm mama ...ayahhhh itulah masa terindah yang kumilik bersama kalian dan jika terulang kembali ...akupun masih sanggup dengan garis hidup itu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar